SEBUAH PERJUANGAN ATAS NAMA CINTA

SEBUAH PERJUANGAN
ATAS NAMA CINTA


MENJALIN HUBUNGAN YANG BAIK & DEWASA
9 FEBRUARI 2018
14:45WIB
EXCELSO COFFEE
JL. MH.TAMRIN-SARINAH, JAKARTA

Hubungan dengan seseorang yang disukai, dan sedang mengalami euforia cinta: romantisme, hasrat yang menggebu-gebu, perasaan yang selalu di "awang-awang"... Mungkin sedang merasa, memang seperti itulah yang namanya jatuh cinta. Sekarang "Bagaimana kita bisa mencapai level cinta yang berikutnya?" Cinta yang dewasa adalah tentang "membangun", bukan "jatuh". "Jatuh" adalah sesuatu yang terjadi di luar kendali kita, sedangkan "membangun" adalah proses bertumbuh yang dilakukan secara sadar. Jadi bagaimana kita terus bertumbuh dalam cinta? Bagaimana kita bisa berpindah dari euforia cinta ke cinta yang dewasa dan keintiman yang sesungguhnya?
Apa yang dimiliki pada awal hubungan adalah benih yang kecil: permulaan dari sesuatu. Pada tahap awal hubungan cinta, dengan intensitasnya, hasratnya, dan kedekatan fisiknya memang terasa seolah-olah sepertinya benih cinta itu telah tumbuh menjadi pohon dalam waktu semalam. Namun kenyataannya, selama tahap ini, hubungan cinta masih berupa benih kecil itu. Saat menanam benih, benih itu mulai tumbuh dan berkembang. Dalam tahap euforia cinta. Cinta ini hanya baru mulai bertumbuh, mungkin merasa sudah setinggi 40 kaki, tapi kenyataannya masih setinggi 6 inci di permukaan tanah. Sama seperti benih yang membutuhkan perawatan dan kasih sayang untuk bertumbuh, begitulah juga hubungan cinta. Tanamlah benih cinta di tanah yang subur, beri nutrisi dan air yang cukup, dan sinar matahari akan menghasilkan pohon muda yang kuat dan sehat, yang mempunyai kesempatan untuk bertumbuh lagi menjadi pohon dewasa yang rindang dan kokoh. Jika benih atau pohon muda itu dibiarkan begitu saja atau diabaikan dalam tahap pertumbuhannya, maka dia akan melemah dan memburuk. Dan jika benar-benar diabaikan, maka dia akan mati.
Cinta adalah sesuatu yang hidup, bertumbuh, dan dinamis. Cinta bertumbuh dalam tahapan-tahapan yang membutuhkan makanan dan perhatian untuk dapat berkembang. Tanpa perawatan yang tepat, cinta akan lenyap perlahan-lahan. Mari kita lihat bahan pertama yang dibutuhkan untuk menumbuhkan sebuah benih: tanah. Tanah adalah kita sebagai individual. Kondisi tanah harus mempunyai semual elemen yang tepat untuk merangsang pertumbuhan. Mencintai diri sendiri yang sehat adalah dasar dari tanah yang subur. Agar cinta dapat bertumbuh, baik kita perlu berbahagia dan utuh dengan diri sendiri.
Sebelum masuk ke hubungan cinta yang dewasa, kita sebagai individu, harus tahu siapa diri kita, apa yang kita inginkan dalam kehidupan. Kita harus melakukan semuanya sendiri lebih dulu. Jika kita masih marah, menyimpan kepahitan dan rasa sakit, atau belum berurusan dan menyelesaikan beban-beban emosional dari masa lalu, kita belum siap untuk cinta yang dewasa. Tanah kita belum cukup sehat untuk menampung dan mendukung pertumbuhan sesuatu yang lebih besar dibanding diri sendiri. Kita harus jujur dengan diri  sendiri untuk mengetahui apakah benar-benar siap untuk menjalani hubungan cinta yang dewasa.
Saat ingin membangun hubungan dengan seseorang biasanya akan dimulai dengan rasa cinta, namun saat merasakan jatuh cinta, bukan berarti jatuh kebawah dan terjebak kedalam sesuatu yang gelap namun Aharus bangkit dari rasa jatuh dan membina cinta tersebut menjadi sebuah cinta sejati.
Cinta sejati adalah hubungan yang dewasa dimana kita bangkit bersama untuk saling menguatkan, menjadi pribadi yang saling membutuhkan dan menuju kearah yang lebih baik.
Hubungan dewasa dan hubungan yang kekanak-kanakan :

1. Sebuah hubungan yang dewasa akan menenangkan pikiran dan hubungan yang kekanak-kanakan akan membuat semua menjadi kacau
Sebuah hubungan yang dewasa akan memberikan ketenangan untuk kita berdua, kita selalu ada untuk membantu, menguatkan di saat satu sama lain merasa kesulitan. Berbeda dengan hubungan yang yang kekanak-kanakan justru membuat pikiran semakin kacau.
Saat Anda memiliki hubungan mungkin akan ada pertanyaan seperti Apakah dia mencintaiku? Apakah dia akan meninggalkanku?
Hubungan dewasa tidak perlu mengajukan pertanyaan-pertanyaan tersebut karena mereka sudah tahu jawabannya, dan mereka tidak perlu jaminan dari pasangannya.
Mereka akan merasa nyaman, aman dan bebas dari keraguan karena cinta yang dewasa bukan tentang semua pertanyaan yang kecil, namun mampu menjawab pertanyaan dan masalah yang lebih besar.

2. Hubungan yang kekanak-kanakan mengharapkan sesuatu, hubungan yang dewasa akan memberikan apa yang Anda butuhkan
Ada kekosongan dalam hubungan yang kekanak-kanakan, perasaan tidak jelas dan tak henti-hentinya merasa khawatir karena ada sesuatu yang hilang.
Hal ini akan terus menggerogoti jiwa yang membuat perasaan tidak tenang dan saat mencoba bicara dan tidak juga mendapat ketenangan.
Hubungan yang dewasa tidak memiliki kekosongan. Tidak ada ruang kosong atau retak kecil didalamnya. Yang ada perasaan tenang karena kita tahu seberat apapun masalah yang dihadapi, kita tetap saling memiliki.

3. Hubungan yang kekanak-kanakan adalah perasaan individu, namun hubungan yang dewasa hubungan dua orang yang menjadi satu
Dalam hubungan yang dewasa tidak ada lagi kata saya atau Anda namun menjadi Kita dimana tidak lagi mementingkan perasaan diri sendiri, setiap tindakan yang diambil adalah berdasarkan keputusan berdua dan sesuai dengan keinginan keduanya.
Berbeda dengan hubungan yang kekanak-kanakan dimana ego masing-masing pasangan masih kuat dan ingin menang sendiri.
Hubungan dewasa terbentuk oleh dua orang yang tidak lengkap. Kita adalah dua bagian mencoba untuk membuat satu kesatuan.

4. Hubungan yang kekanak-kanakan akan membuat Anda hilang arah, namun hubungan yang dewasa akan selalu memberi Anda motivasi
Saat kita memiliki masalah dan dalam kebersamaan mampu membantu mengatasi masalah dan memberikan semangat untuk menghadapinya begitu pula sebaliknya, maka ini yang disebut dengan hubungan yang dewasa.
Berbeda dengan hubungan yang kekanak-kanakan maka tidak akan peduli dengan sejuta masalah yang dihadapi, karena hanya memikirkan dirinya sendiri.

5. Hubungan yang kekanak-kanakan akan selalu merasa terancam oleh orang lain, hubungan dewasa menikmati bertemu dengan orang lain dalam hidupnya
Dalam kehidupan kita akan terus bertemu dengan orang-orang baru atau orang lain dalam hidupnya.
Pasangan dewasa, bagaimanapun, tidak akan merasa terancam oleh orang lain atau mungkin mantan dari pasangan. Karena yakin bahwa kita pasangan yang saling mencintai.
Namun hubungan yang kekanak-kanakan akan selalu merasa tidak tenang karena tidak memiliki dasar kepercayaan yang cukup kuat untuk mampu melewati semua gangguan dan ancaman.
Hubungan yang dewasa adalah sebuah cerminan cinta sejati dimana kita akan berusaha untuk selalu bertahan dalam menghadapi setiap masalah dan ancaman untuk mendapatkan masa depan yang indah.

MENJALIN HUBUNGAN YANG BAIK & SEHAT
9 FEBRUARI 2018
18:45
KFC COFFEE SHOP
JL.MH.TAMRIN-SARINAH, JAKARTA

Banyak cara yang digunakan untuk mengekspresikan suatu hubungan, begitu pula dengan pacaran yang merupakan sebuah hubungan yang pada dasarnya ditujukan untuk tujuan yang baik seperti saling mengenal agar dapat menjalin hubungan yang lebih lanjut. Seperti yang telah saya singgung sebelumnya mengenai banyak cara mengekspresikan suatu hubungan, dalam menjalin hubungan dalam bentuk pacaran sendiri secara umum ada dua jenis hubungan yaitu hubungan yang baik atau bersih dan hubungan yang tidak benar / bersih.
Menjalin Pacaran Yang Baik, Sehat dan Langgeng (Lama)
1. Memberikan Batasan dalam Berhubungan
Hal utama dalam menjalin hubungan yang bersih dan sehat yaitu memberikan batasan dalam berhubungan terhadap pasangan. Hal ini dapat dilakukan dalam banyak bentuk dan kasus seperti membatasi tempat pacaran dengan memilih tempat yang dianggap aman dari segala resiko yang tidak diinginkan seperti tempat yang kurang bermutu / bermanfaat dalam menghabiskan waktu anda bersama pacar, selain itu kita juga harus dapat membuat persetujuan dengan pasangan yang harus disepakati bersama mengenai batasan berhubungan.

2. Komunikasi dan Bertukar Pendapat
Dengan berkomunikasi  dapat menyelesaikan segala masalah yang dimiliki bersama pasangan kita selain itu dengan berkomunikasi dan bertukar pendapat akan membuat kita saling mengetahui mengenai kepribadian masing masing.

3. Saling Memberi Support (dukungan) dan Perhatian
Selain meningkatkan dan menjaga intensitas dalam berkomunikasi dan saling bertukar pendapat hal selanjutnya yang juga sangat penting untuk menjalankan hubungan yang baik dan lama yaitu saling memberikan dukungan dan perhatian, seperti saat salah satu diantara kita  sedang menghadapi suatu masalah dapat memberikannya perhatian yang lebih serta dukungan agar dapat memotivasi dan memberikannya semangat sehingga tercipta hal yang positif dampak dari hubungan pacaran yang di jalankan.

4. Rencana Masa Depan
Merencanakan masa depan  adalah salah satu cara berpacaran yang baik dan benar karena adanya komitmen antara kita dalam memikirkan dan merencanakan masa depan yang lebih baik. Dalam merencanakan masa depan banyak hal yang perlu kita pertimbangkan seperti dari segi usia, kemapanan, biologis, orang tua dan sebagainya

MENJALIN HUBUNGAN YANG BAIK & AMAN
10 FEBRUARI 2018
16:45
SUNDA PRASMANAN CIKAJANG
JL. CIKAJANG, JAKARTA SELATAN

Didalam menjalani hubungan cinta terkadang ada saat bahagia dan kemudian akan mengalami masa suram. Hubungan dengan pacar tidak akan selamanya akan berjalan mulus atau terus romantis. Jika hubungan dengan pacar selalu berjalan mulus itu namanya bukan kehidupan. Namanya kehidupan pasti akan ditemukan macam-macam halangan dan rintangan. Dan hanya mereka yang mampu mengendalikan ego masing-masing saja yang akan menemukan kebahagiaan.
1. Kedua Harus Saling Memahami
Manusia diciptakan mempunyai ego berbeda-beda, meskipun manusia tersebut satu keturunan maka egonya tidak akan sama. Sedangkan proses hubungan bercinta itu adalah ditemukannya dua ego yang berbeda. Oleh karena itu pertengkaran di dalam dunia hubungan cinta bukan hal yang asing. Terkadang pertengkaran itu dipicu karena mempunyai sifat yang ingin saling menang sendiri.
Kunci utama agar hubungan cinta bisa awet langgeng cobalah belajar untuk saling mengendalikan keegoan tersebut. Sering belajar untuk saling memahami apapun yang menjadi kekurangan.
1. Belajar Saling Percaya
Jangankan baru tahap hubungan, sudah sampai ke jenjang pernikahanpun jika kita tidak mempunyai rasa percaya maka hubungan tersebut akan mendekati kehancuran. Kita tidak akan pernah mampu untuk selalu memonitor segala aktifitas pasangan. Rasa cemburu yang berlebihpun itu termasuk kategori yang dasarnya tidak percaya terhadap pasangan. Buang jauh-jauh perasaan tersebut dari sekarang.
2. Bangun Komunikasi Yang Baik
Jika kita sudah bisa membangun rasa percaya maka pacaran jarak jauh sekalipun tidak menjadi masalah. Karena kita sudah sangat percaya terhadap masing masing. Kemudian jaga hubungan itu dengan kemunikasi yang baik. Jarak jauh tidak akan terasa jika dalam hubungannya selalu memelihara komunikasi. Dalam pacaran, sikap memberi kabar terhadap pasangan itu suatu tindakan yang bagus. Diasumsikan dengan menjaga komunikasi yang baik dengan pasangan maka akan membuat suatu hubungan menjadi awet langgeng. Karena dengan selalu menjaga komunikasi akan memberi suasana menjadi tenang, menumbuhkan kepercayaan terhadap kita, dan lain-lain.
3. Bersikap Saling Jujur
Saling percaya dan saling jujur dalam hubungan adalah masih mempunyai korelasi yang kuat. Belajarlah untuk bersikap apa adanya, jangan ada bumbu kedustaan. Walaupun bicara jujur adalah pahit namun jauh lebih baik daripada harus berbicara kebohongan. Membangun hubungan yang kuat agar sampai ke jenjang pernikahan maka kuncinya belajarlah saling jujur dari sekarang.
4. Bersikap Romantis
Sikap romantis adalah bumbu percintaan yang bisa menumbuhkan kekuatan awetnya percintaan. Kecil atau besar perhatian yang dilakukan, jika dilakukan dengan ikhlas maka akan membekas sukar untuk dilupakan. Dengan sikap romantis maka pasangan akan merasakan diperhatikan. Romantis bisa dilakukan melalui ucapan, sikap, cara berpakaian, dan lain sebagainya.

6. Support / Berikan Dukungan

1. Ketahui ketertarikannya.
Ingat apa yang disukai, lakukan dan bicarakan. Setidaknya cobalah untuk mengerti mengapa ia sangat menyukainya. Cobalah mengerti alasannya. Jika masih suka bermain dan bertindak kekanak-kanakan, ingatlah mungkin ini hanya cara untuk melepaskan stres. Mempelajari untuk menerima keunikan diri, juga akan belajar lebih banyak mengenai diri dan pada akhirnya dapat menghabiskan sisa hidup dengan kebersamaan.
Tidak perlu mengetahui seluruh ketertarikannya, tidak menyukainya juga tidak apa-apa.
Menanyakan minatnya dan membicarakan hal-hal yang berarti sudah lebih dari cukup.

2. Belajarl untuk bekerja sama.
Di setiap hubungan yang sehat pasti akan terjadi konflik, besar atau kecil. Ingatlah untuk tetap menjadi diri dan hindari segala bentuk keegoisan. Inti dari menjalin hubungan adalah kerjasama dan saling membantu, bukan saling memanfaatkan. Kita harus saling menjaga, tidak meninggalkan satu sama lain, dan saling menghargai satu sama lain.
Dalam masa-masa sulit, kerjasama dapat membantu keluar dari masalah dalam cara yang tidak terlalu menyakitkan perasaan, di mana berdua saling bertanggungjawab untuk memecahkan masalah daripada hanya mengharapkan pihak lainnya untuk melakukan hal tersebut.
Hindari hubungan yang monoton di mana hubungan terpusat pada satu hal saja. Jaga hubungan dengan menambahkan variasi dan perbedaan. Cobalah hal-hal baru bersama. Hubungan bukan hanya tentang bersenang-senang, namun juga untuk belajar dan tumbuh bersama.

3. Berikan lebih banyak pujian daripada kritik.
Jika semua yang dikatakan adalah kritik atau serangan, ini yang membuat merasa dalam tekanan. Namun, juga tidak harus selalu setuju. Kebijaksanaan adalah strategi yang baik dalam hubungan yang dewasa dan menetapkan batasan serta kompromi adalah strategi hubungan yang harus dipelajari dan diterapkan.
Walaupun dapat memberikan kritik yang valid, sebaiknya mengatakan empati hal positif mengenainya untuk setiap hal negatif yang terkatakan.
Jangan memarahinya hanya karena suasana hati Anda jelek atau sesuatu tidak berjalan sebagaimana mestinya.

4. Belajarlah berkompromi.
Belajar berkompromi daripada bertengkar atau marah setiap sesuatu tidak berjalan sesuai keinginan. Untuk bisa berkompromi, berdua harus dapat mendiskusikan suatu masalah dengan tenang dan rasional sambil mencoba saling memahami sudut pandang masing-masing. Cobalah untuk mengerti keinginan bersama daripada hanya berfokus pada keinginan sendiri.
Tidak ingin menjadi seseorang yang selalu mendapatkan keinginannya hanya karena pacar selalu mengalah karena selalu marah dan kesal ketika sesuatu berjalan tidak sesuai dengan keinginan.

5. Saling memberi ruang.
Mendukung pacar, namun juga harus dapat "menemaninya", ketika tidak benar-benar berada di sampingnya. Jika ingin menjadi pacar yang baik, maka harus meluangkan waktu untuk diri sendiri, untuk berkumpul bersama teman-teman dan lingkungannya. Harus tahu bahwa saling memikirkannya dan merindukannya ketika tidak berada di sampingnya. Jika merasa tidak aman dan meragukan hubungan jika tidak melihatnya selama satu detik saja, maka disini memiliki masalah.
Mendukung pacar jika hanya ingin berkumpul bersama teman-temannya dan bukan untuk pergi ke acara "khusus pria".
Jika merasa berhak atas seluruh waktu dan perhatiannya, belajarlah bagaimana untuk tidak menjadi pacar yang obsesif. Jangan menjadi pacar yang terlalu protektif; berikan ruang pergi bersenang-senang tanpa merasa diawasi.
Kita berdua merupakan dua individu yang berbeda dan bukan hanya sepasang kekasih. Ketika  membutuhkan ruang untuk sendiri, jangan merasa tersinggung, terimalah hal tersebut. Itu adalah caranya untuk menyegarkan pikirannya dan untuk berbagi minat yang lain dengan teman-temannya yang lain.

7. Support Berikan Cinta
1. Tunjukkan rasa sayang.
Rasa sayang itu menunjukkan kedekatan, namun tidak sama dengan keintiman – rasa sayang adalah menunjukkan secara terbuka bahwa Anda peduli pada seseorang dan dapat ditunjukkan kapan saja, baik malam hari atau siang hari, secara publik atau tersembunyi. Pikirkan cara menunjukkan rasa sayang yang untuk kita, seperti berpegangan tangan, menyentuh lengannya, ciuman di pipi, pelukan, membelai rambutnya, memberikan dukungan, memujinya di depan orang lain, dll.

2. Godain dan Candain.
Jangan takut untuk menggodain, menerima apa adanya dan yakin atas diri. Tidak perlu memaksakan diri untuk menjadi orang yang ceria dan populer jika ini tidak sesuai dengan gaya diri sendiri, namun, jadilah yang terbaik dengan menjaga percaya bahwa Anda pantas olehnya.

3. Berikan hadiah.
Ketika Anda menjalin hubungan, sangat menyenangkan untuk bertukar hadiah. Buatlah sesuatu untuk itu. Bunga kertas, hiasan berbentuk hati, sesuatu kreatif yang menunjukkan kepribadian, sehingga ketika  melihatnya, akan selalu teringat dan tersenyum.

4. Jangan cemburu.
Harus selalu menunjukkan rasa cintanya, namun tidak berlebihan hingga merasa cemburu jika berbicara, atau bahkan hanya menyebut nama, perempuan lain. Tidak ada yang menghilangkan ketertarikan seorang  lebih cepat dari seorang pacar yang selalu merasa tidak aman dan cemburu dengan wanita lain di hidupnya. Pacar akan lebih menghargai saling bersikap baik ke teman wanitanya daripada membicarakan seberapa jelek atau mengganggu setiap perempuan yang dilihat. Hal ini hanya akan memperlihatkan bahwa tidak mempercayainya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Konsep Bende-ra Nusantara

Suwung Hakekat Rahasia Leluhur Jawa

Makna dan Filosofi Keris Dalam Budaya Jawa

Tipologi Rumah Tradisional Jawa