Hakekat Sang Semar
Hakekat
Sang Semar


Semar hanya
berurusan dengan pribadi-pribadi, bukan kerumunan, massa. Semar bukanlah sosok
yang bisa berkompromi dengan keinginan kerumunan jika kenyataannya mereka
bodoh. Baginya lebih baik hanya bersama satu atau dua orang yang cukup waras
daripada bersama kerumunan yang bodoh, tak peduli jika mereka mengolok-olok dan
mengasingkannya, tak peduli jika mereka menudingnya sebagai pemimpi. Sebab
memang demikianlah takdir Semar, selalu samar, tiada kentara meski berada di
bawah terang matahari. Dan jika semua orang telah sanggup berjalan bersamanya,
ia akan segera menghilang, sebab kehadirannya sudah tak lagi diperlukan.
.
Pertemuan
dengan Semar terjadi di dalam ruang kesadaranmu. Ia tak bisa kau jumpai di Goa
Srandil atau puncak Gunung Tidar. Lalu, siapa dan apakah hakikat Semar itu? Ia
adalah Kesadaran Murni di dalam dirimu. Kesadaran Murni itu nora lanang nora
wadon (bukan lelaki bukan perempuan), tapi melampaui keduanya. Kesadaran Murni
itu disebut dengan nama yang berbeda-beda di beberapa peradaban. Dan setiap
manusia berjalan menuju Kesadaran Murni itu. Setiap manusia berjalan menuju
kesempurnaannya, tak peduli jalan apa yang ditempuhnya saat ini, tak peduli
agama apa pun yang dipeluknya saat ini.
.
Jika engkau
telah mencapai Kesadaran Murni yang sangat samar itu, maka Semar pun mewujud
dalam dirimu, bagaikan Nur Muhammad yang mewujud dalam diri Kanjeng Nabi
Muhammad.
Komentar
Posting Komentar